Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJan 2, '07 5:35 AM
for everyone

Sedikit napak tilas dari tahun 2006..Inilah album-album rilisan tahun 2006 yang saya dengar. Anyway..Selamat tahun baru 2007 :)

The Best of the Best:

  • Love by The Beatles : Sir George Martin dibantu oleh anaknya,Giles, bekerja bersama di balik meja mixer. Mengolah kembali master rekaman The Beatles dari Abbey Road Studio dengan teknologi digital untuk menciptakan musik The Beatles yang belum pernah kita dengar sebelumnya. Melalui tangan dingin Sir George Martin, lagu-lagu lama tersebut seperti mendapatkan baju baru yang cantik. Aransemen baru yang dibuat George Martin, sangat menyegarkan untuk didengar, walau mungkin sebelumnya kita telah mendengar aransemen asli dari lagu-lagu di album ini berjuta-juta kali. Kita pun mengetahui siapa anggota The Beatles yang kelima. Dan kita bersyukur pada akhirnya ia merilis sebuah album.
  • The Life Pursuit by Belle and Sebastian : Sebuah pengejaran yang obsesif oleh Belle and Sebastian terhadap musik-musik tua dari era 60an-70an. Musik-musik tua tersebut mereka olah kembali dengan sangat cerdas tentunya masih dengan bumbu-bumbu ala Belle and Sebastian sehingga identitas musik mereka sendiri juga tidak hilang. Inilah titik tertinggi dari kreatifitas Belle and Sebastian.
  • FutureSex/LoveSounds by Justin Timberlake : Album ini membuat saya tidak lagi menjadikan Justin Timberlake sebagai salah satu guilty pleasure. Sebuah album yang sama sekali tidak akan saya duga bisa dihasilkan oleh seorang mantan personil dari sebuah boy band. Album ini sarat akan bebunyian synth yang dipadukan oleh groove drum yang nakal yang dihasilkan oleh salah seorang produser termahal tahun 2006 bernama Timbaland. Memang sudah waktunya bagi Michael Jackson untuk memberikan singgasananya kepada Justin Timberlake.
  • Modern Times by Bob Dylan : Sang kakek berusia 65 tahun ini, kembali memainkan gitar akustiknya untuk kemudian bernyanyi dengan liriknya yang tajam serta dengan musiknya yang sangat Amerika, yang sarat akan nafas folk, blues dan country. Album ini juga menampilkan lagu-lagu balada paling manis yang mungkin belum pernah diciptakan oleh Bob Dylan sebelumnya. Lagi-lagi Bob Dylan menorehkan sebuah album masterpiece di dunia musik modern sekarang ini.
  • Begin to Hope by Regina Spector : Lupakan Tori Amos dan Fiona Apple sekarang juga. Beri jalan untuk wanita muda penuh bakat ini yang berhasil memadukan antara Bjork, Patti Smith, Gershwin, Chopin, fifties doo-wop dan punk oleh visinya sendiri. Dengan suaranya yang ekspresif serta melalui jemari lincahnya yang bermain di atas tuts piano, menghasilkan sebuah album yang menakjubkan.
  • Alright Still by Lily Allen : Seorang remaja berusia 21 tahun bisa membuat 2 juta orang untuk bertandang ke halaman pribadinya di MySpace tentunya untuk mendengarkan musik sunshine-friendly reggae pop yang ia tawarkan. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat nama Lily Allen dikenal dan juga dicintai orang banyak. Album ini memang sangat ramah di telinga sekaligus mempunyai atmosfir yang sangat menyenangkan.
  • Corrine Bailey Rae by Corrine Bailey Rae : Jika Eryka Badu mengajak Norah Jones untuk bersantai dengan segelas wine di meja, lalu tidak berapa lama Billie Holiday pun datang dan mengundang keduanya untuk bersantap malam di rumahnya, mungkin album inilah hasilnya. Sebuah album yang soulful dan elegan.
  • The Greatest by Cat Power : Chan Marshall alias Cat Power pergi ke Memphis,untuk merekam albumnya bersama para arsitek dari musik northern soul, menghasilkan sebuah masterpiece yang akan membuat Al Green tertarik untuk mengajaknya berduet suatu saat nanti.

Very Good :

  • Writer’s Block by Peter, Bjorn and John : God bless Sweden! Satu lagi band dari Swedia yang menampilkan musik yang begitu mudah untuk dicintai. Terasa manis namun tidak menjadikan musik mereka sebagai twee pop. Mungkin karena eksekusi yang mereka lakukan dipenuhi oleh aransemen yang sangat enerjik. Dihiasi oleh distorsi ala Jesus and Mary Chain serta perkusi ala Happy Mondays serta sedikit aroma dari Velvet Underground.
  • Pet Grief by Radio Dept : Album kedua dari salah satu pengusung musik shoegaze generasi terbaru ini seperti sebuah album yang tidak pernah dibuat oleh Pet Shop Boys dan seperti sebuah album yang kita harapkan akan dibuat oleh My Bloody Valentine setelah album Loveless. Album ini menampilkan mood yang lebih gelap, lebih dramatis dan juga lebih indah dari album pertama mereka
  • Let’s Get Out of This Country by Camera Obscura : Camera Obscura datang kembali dengan musik twee pop yang menyenangkan ala mereka yang kali ini disajikan dengan sound yang lebih kaya dan megah.
  • Subtitulo by Josh Rouse : Keputusan Josh Rouse untuk pindah dari Amerika dan menetap di Spanyol memang pilihan yang tepat. Buktinya adalah sebuah album yang sarat akan nuansa romantis yang dihasilkan dari tepi pantai laut Mediterania.
  • Brightblack Morning Light by Brightblack Morning Light : Album debut yang sangat menarik karena menampilkan perpaduan blues dan pyschedelic dalam suatu bentuk baru yang unik. Warna itulah yang sangat dominan menghiasi lagu-lagu dalam album ini. Siapkan mood yang tepat untuk mendengar musik mereka yang membius, gelap, kotor dan mengawang-awang.
  • Once Again by John Legend : Sekali lagi John Legend membuktikan bahwa ia bisa membuat album bagus lainnya, setelah album debutnya yang memenangkan Grammy sangat sukses di pasaran. Kali ini ia membawa kita kembali pada romatisme era Motown yang diperkuat oleh nafas modern soul rnb yang telah melekat kuat di dirinya. Mendengar suaranya seperti mengingatkan saya akan kehangatan suara Bill Withers yang bercampur dengan kehalusan suara dari Donny Hathaway.
  • Eye to The Telescope by KT Tunstall : Album ini sebenarnya dirilis di Inggris pada akhir tahun 2005, tetapi di Amerika sendiri baru dirilis pada tahun 2006. Sebuah album debut yang sangat menjanjikan dari seorang singer/songwriter penuh bakat. Karena talentanya tersebut, membuat ia – terlebih saat bernyanyi dengan memainkan gitarnya sendiri - tampak jauh lebih seksi dibandingkan wanita dengan pakaian minim dan belahan dada yang rendah.
  • Cast Away The Clouds by Rose Melberg : Mantan vokalis The Softies ini kembali dengan album keduanya. Dengan muatan musik folk yang cukup kental yang dipadukan dengan suara lirihnya, menghasilkan sebuah album yang cantik nan anggun.
  • It’s Never Been Like That by Phoenix : Band french pop paling hip di Perancis kembali dengan album ketiga mereka dengan sound yang jauh lebih segar, seiring suara synth diminimalkan yang membuat musik mereka terdengar lebih ngerock. Album ini sepintas juga teredengar seperti album yang seharusnya dibuat oleh The Strokes setelah kesuksesan album Is this It.
  • Welcome to Black Parade by My Chemical Romance : Chemical Romance memang bukan band emo yang biasa, yang tidak sekedar hanya berteriak di setiap lagu, menyanyikan lirik-lirik patah hati. Dalam hal musik, mereka jauh lebih unggul dibandingkan rekan-rekan sepermainannya. Setiap lagu dalam album ini mempunyai aransemen yang menarik sekaligus matang. Dengan berbagai gaya yang disadur dari band-band senior idola mereka.
  • Son by Juanna Molina : Mendengarkan musik Juanna Molina seperti mendengar Laetitia Sadier dari Stereolab yang tengah mengkover lagu-lagu dari Nick Drake. Sebuah perpaduan yang indah dari musik elektronik dengan musik folk. Album ini menyuguhkan detail-detail suara yang unik yang disusupi oleh suara akustik gitar yang terus menggelitik.
  • Yours to Keep by Albert Hammond Jr : Materi dalam album ini seperti serangkaian lagu-lagu buangan yang tidak terpakai dalam album The Strokes, namun pada kenyataannnya lagu-lagu ini sangat bagus. Bahkan lebih bagus dibandingkan lagu-lagu dari album The Strokes yang terakhir Album ini membuktikan bahwa Albert Hammond Jr juga patut diperhitungkan sebagai seorang pencipta lagu yang tidak kalah hebat dibandingkan Julian Casablanca.
  • In My Own Words by Ne-Yo : Sebuah album RnB yang konsisten yang dihasilkan oleh seorang songwriter yang bosan dengan hanya bekerja di belakang layar. Untungnya ia melakukan tugas barunya dengan sangat baik.

Good

  • The Eraser by Thom Yorke : Album ini memiliki hubungan darah yang cukup kental dengan album Radiohead, Kid A. Maka dari itu album ini juga dikenal dengan julukan Kid B. Tetapi mau sedahsyat apapun lagu-lagu dalam album ini, sayangnya ini bukan kali pertama Thom Yorke bermain-main dengan berbagai macam bebunyian ajaib dan struktur lagu yang aneh. Memang papatah lama itu selalu benar, the first cut is the deepest.
  • Rabbit fur Coat by Jenny Lewis and The Watson Twins : Salah satu ratu indie rock yang juga turut meramaikan kebangkitan musik folk di masa sekarang. Debut solo dari Jenny Lewis yang cukup berhasil karena sukses meninggalkan bayang-bayang bandnya Rilo Kiley dalam albumnya ini.
  • Ballad of the Broken Seas by Isobel Campbell & Mark Lanegan : Melalui album ini, Isobel sudah semakin mantap untuk melangkah jauh ke depan, meninggalkan bayang-bayang Belle and Sebastian yang telah cukup lama melekat di dalam dirinya. Album ini menampilkan duet yang unik dari dua penyanyi yang mempunyai karakter vokal yang sangat bertolak belakang.
  • Under the Iron Sea by Keane : Sebuah refleksi dari suatu hubungan yang tengah memburuk yang dialami anggota Keane. Karena itulah album ini terasa lebih suram dan lebih dalam. Namun akibatnya, album ini tidak dipenuhi dengan lagu-lagu yang ramah di telinga.
  • Continuum by John Mayer : Inilah album John Mayer paling soulful yang dihasilkan oleh dirinya di usia yang juga semakin matang. Tiada lagi tembang-tembang cinta yang akan membuat para wanita berjerit. Yang tersisa hanyalah suara gitarnya yang terkadang menjerit dan menggarang yang seolah seolah ingin memberi tahu kita, bahwa John Mayer bukanlah pria manis yang kita kenal dahulu.
  • Ta-Dah by Scissor Sisters : Album ini akan membawa para pendengarnya kembali kepada kejayaan disko era studio 54. Ditambah lagi dengan pengaruh musikal yang sangat kuat dari Bee Gees era Saturday Night Fever, membuat album ini sahih sebagai album kenangan yang mengasyikan khususnya untuk anda yang memang pernah merasakan euforia jaman tersebut. Tetapi lain hal dengan saya yang lahir di awal tahun 80an, dimana saya tumbuh disaat disko telah mati seiring ditutupnya studio 54. Maka dari itu saya tidak segembira paman saya saat mendengarkan album ini.
  • Back to Basic by Christina Aguilera : Christina Aguilera kembali lagi dengan album terbarunya. Kali ini dengan menawarkan musiknya dan bukan lagi menawarkan badannya. Sebuah album yang juga mengeksplorasi musik-musik jaman dahulu, khususnya musik bebop jazz, blues dan juga soul yang populer di tahun 40an sampai 50an yang dipadukan dengan musik RnB dan Hip Hop jaman sekarang. Akhirnya semua itu dieksekusi dengan baik oleh tarikan suara Christina Aguilera yang akan membuat Agnes Monica terpacu untuk belajar vokal lebih giat lagi.

Didn’t Grab Me:

  • Whetever People Say I Am, That’s What I’m Not by Artic Monkeys : Saya pun tidak bergeming dan tidak turut larut dengan euforia banyak orang terhadap album ini. Saya juga tidak termakan oleh propaganda media mengenai band ini, yang katanya paling fenomenal dalam industri musik pada 1 dasawarsa terakhir. Sebuah band yang bisa membuat salah satu teman saya bisa meninggalkan kecintaannya dalam mendengar musik pop indonesia yang mandayu-dayu untuk kemudian berganti haluan dan mendengarkan musik hingar bingar dari Artic Monkeys.
  • Broken Boy Soldier by The Racounters : Album ini memang tidak jelek. Namun juga tidak bagus. Tidak ada satu pun lagu di album ini yang menarik perhatian saya. Mungkin Jack White memang butuh sentuhan wanita untuk membuat musiknya menjadi menarik.
  • And the Glass-Handed Kites by Mew : Mew memang terkenal sebagai band dengan album yang tidak bisa dinikmati hanya dengan sekali dengar saja. Tetapi untuk album ini mempunyai kasus yang berbeda. Sudah sering kali saya mendengarkan album ini tetapi tetap saja saya tidak bisa merasakan kesenangan yang sama saat mendengar album mereka sebelumnya, Frengers.
  • Sam’s Town by The Killers : Kali ini The Killers berniat untuk merubah musik beserta penampilan masing-masing personilnya tetapi sayangnya niatan mulia tersebut dikerjakan dengan terburu-buru dan kurang matang. Jadilah The Killers hanya mempunyai nafsu besar namun dengan tenaga yang kurang.
  • B’day by Beyonce : Mungkin saya sudah bosan dengan tarikan suara Beyonce yang sangat powerful dengan improvisasi yang terus diumbar di hampir setiap lagu dalam album ini. Mendengar suaranya yang setengah berteriak membuat telinga saya menjadi lelah. Karena itu juga semua lagu dalam album ini jadi terdengar sama, walau masih ada lagu penyelamat di album ini yang berjudul Irreplaceable.
  • 9 by Damien Rice : Masih berkutat dengan lagu-lagu melankolis yang telah menjadi ciri khasnya. Namun tampaknya Damien Rice masih harus membutuhkan pertolongan dari film box office lainnya yang mau kembali menyertakan lagunya dalam soundtrack.
  • Stadium Arcadium by Red Hot Chili Papper : Mereka datang dengan album baru di usia yang semakin tua dan dengan musik yang semakin ‘ngepop’ dan tidak lagi sepedas chili papper.

Disappointments :

  • First Impression of Earth by The Strokes : Julian Casablanca sudah bisa menata hidupnya ke arah yang lebih baik. Dia berhenti mabuk-mabukan, mempunyai istri dan semakin rajin ke gereja setiap minggunya. Ironisnya, seiring hidupnya yang semakin baik, lagu-lagu ciptaannya malah semakin buruk. Tiada lagi spontanitas dan keliaran seperti pada album Is This It. Kebetulan personil The Strokes lainnya juga tengah berada dalam kehidupan yang baik dan teratur. Mungkin sudah saatnya The Strokes mengeluarkan album rohani.
  • Those Are Brokes by The Magic Numbers : Album ini seperti sebuah album kejar setoran. Terasa buru-buru dan kurang matang. Sayang sekali untuk sebuah grup seperti The Magic Numbers yang sudah mempunyai warna musik tersendiri tetapi ironisnya tidak bisa membuat lagu bagus dalam album keduanya.
  • Show Your Bones by Yeah Yeah Yeah : Entah mengapa, saya tidak lagi bisa merasakan keliaran sesungguhnya dari Karen O dan kedua kawannya di album ini. Keliaran yang ditampilkan malah terasa artifisial. Album ini juga tidak menampilkan lagu-lagu anthem seperti yang banyak terdapat di album sebelumnya, seperti Maps, Y Control dan juga Date with the Night.
  • You See Colours by The Delays : The Delays kembali lagi dengan album kedua mereka. Masih menawarkan musik dengan tekstur wall of sound ala Phil Spector dengan alunan suara serak-serak basah yang unik dari vokalis Greg Gilbert yang seringkali juga disisipi dengan falsetto yang indah yang sekilas meyerupai suara Liz Frazer dari Cocteau Twins. Biarpun begitu, album ini tidak banyak menawarkan hook-hook yang gampang diingat seperti yang ditampilkan dalam album pertama mereka Faded Seaside Glamour. Dalam album ini, mereka banyak bermain dengan synthesizers - yang menggantikan peran gitar di album ini - yang malah menjadikan musik mereka terdengar kurang menggigit.
  • In My Mind by Pharrel : Pharrel Williams memang seorang songwriter dan produser musik jenius. Tetapi untuk urusan tampil di depan dan bernyanyi sekaligus menjadi MC pada 15 lagu di dalam albumnya ini, tampaknya memang bukan pekerjaan yang tepat untuknya. Seharusnya dia sudah cukup puas untuk tampil di muka dengan menjadi pendamping pada setiap artis yang menggunakan lagu-lagu ciptaannya.
  • The Sweet Escape by Gwen Stefani : Dalam album ini Gwen Stefani ingin sekali mengulang kesuksesan album pertamanya. Tetapi sungguh sayang, ia membuyarkan harapan banyak orang terhadap album keduanya ini. Tidak ada yang kejutan yang berarti di album ini. Sepertinya ia telah mengeluarkan segala kemampuannya untuk album pertamanya. Sehingga tidak ada lagi kejutan yang bisa diberikan untuk album keduanya ini.
  • Loose by Nelly Furtado : Inilah sisi paling liar dan sexy dari Nelly Furtado, yang dulunya kita kenal sebagai gadis manis yang menyenangkan. Dengan Timbaland sebagai nahkodanya, album ini seharusnya bisa sama mengasyikkannya dengan album FutureSex/LoveSound milik Justin (yang juga diproduseri oleh Timbaland). Tetapi setelah mendengarkan beberapa kali, album ini terasa membosankan bahkan menjadi sebuah album Pop, RnB, Hip Hop yang tipikal.

Albums I Haven’t Heard But Would Like To:

  • I’m Not Affraid of You and I Will Beat Your Ass by Yo La Tengo
  • St. Elsewhere by Gnarls Barkley
  • Ys by Joanna Newsom
  • Fishcale by Ghostface Killah
  • Food & Liquor by Lupe Fiasco
  • The Crane Wife by The Decemberist

29 CommentsChronological   Reverse   Threaded
satriaramadhan wrote on Jan 2, '07
Writer’s Block by Peter, Bjorn and John : God bless Sweden! Satu lagi band dari Swedia yang menampilkan musik yang begitu mudah untuk dicintai. Terasa manis namun tidak menjadikan musik mereka sebagai twee pop. Mungkin karena eksekusi yang mereka lakukan dipenuhi oleh aransemen yang sangat enerjik. Dihiasi oleh distorsi ala Jesus and Mary Chain serta perkusi ala Happy Mondays serta sedikit aroma dari Velvet Underground.
i like this one...

pilihan yang bagus!!

thanks to bung filix yang memberikan saya .mp3-nya, hehe

ouijaboard wrote on Jan 2, '07
teteup dimas...review album teruussss...kapan dong review obat kuat untuk pria???
danjyo wrote on Jan 2, '07
yang akan membuat Agnes Monica terpacu untuk belajar vokal lebih giat lagi.
haha.. semoga dia bisa sedikit sadar diri mau belajar lagi. kekkekekekekek...
nice review.. Ys by joanna newsom, walaupun cuma 5 lagu, tp tdk mengecewakan, worth to buy
ideahead wrote on Jan 2, '07
Dari sekian banyak yang lo dengerin, cuma ini yang gue dengerin juga Dim:

The Life Pursuit by Belle and Sebastian, Corrine Bailey Rae by Corrine Bailey Rae, Pet Grief by Radio Dept, Let’s Get Out of This Country by Camera Obscura, Ta-Dah by Scissor Sisters, Those Are Brokes by The Magic Numbers

Lo emang paling oke dah! Yuk deh nek!
overheardbydh wrote on Jan 2, '07, edited on Jan 2, '07
danjyo said
Ys by joanna newsom, walaupun cuma 5 lagu, tp tdk mengecewakan, worth to buy
Kurang tepat!!!... harusnya AMAZING & A MUST HAVE!! dan bagus ngga-nya album ga bisa ditentuin dr jumlah lagu wahai teman ku...

ngga mau kalah ah dim, nih mainan saya (huehehe, norak :p):
20 picks best of 2006 dan the complete list

selamat thn baru btw
overheardbydh wrote on Jan 2, '07, edited on Jan 2, '07
Brightblack Morning Light by Brightblack Morning Light : Album debut yang sangat menarik
ini bukan debut mereka Dim, mereka udah pernah rilis full album ala.cali.tucky under the name Brightblack lewat label Galaxia-nya Thomas Campbell juga limited-edition-split-live-ep sama Bonnie "Prince" Billy yg udah jd brg rare skrg.
abiraditya wrote on Jan 2, '07
tenang dut selera orang kan beda-beda..kalo saya setuju dengan Pet Grief oleh Radio Dept. yang mendapatkan heavy rotation dalam player saya...sungguh mencuri hati dengan vokal tipis dan basslinenya itu loh...
aditvampir wrote on Jan 2, '07
emang mew - and the glass handed kites ga oke. gua langsung ngebuang mp3-nya dari hard disk. menuhin space aja. haha... gnarls barkley keren, dim. lo harus denger.
pravdavero wrote on Jan 2, '07
Eh, punya DVD film Bob Dylan yang dibikin sama Martin Scorsese? He is still legend yah.
danjyo wrote on Jan 2, '07
bagus ngga-nya album ga bisa ditentuin dr jumlah lagu wahai teman ku...
siapa yg ngomong gitu onyooonn!! lagu sedikit tp bermutu!!! coba diartikan dengan benar ya bung dut...
overheardbydh wrote on Jan 2, '07
danjyo said
siapa yg ngomong gitu onyooonn!!
oops! my bad... mungkin kamu kira saya nulis "dan" di situ nyebut nama ya?! bukan mas itu 'kata sambung'.. maafkan atas kealpaan saya ini bung Dan..

kalo kt tmn kita yg lainnya: peace love & gaul dong ah... kita kan kekawanan, bisa2 saya ga boleh main ke interiots lg nih... hwahahah
thepopism wrote on Jan 3, '07
kapan dong review obat kuat untuk pria???
iya deh ntar gw review khusus buat lo..

biar kuat ya nda? kl emang ntar lo bolak balik jkt-sby terus2an..hehehee
thepopism wrote on Jan 3, '07
danjyo said
nice review.. Ys by joanna newsom, walaupun cuma 5 lagu, tp tdk mengecewakan, worth to buy
thank you dan..

iya sebenernya gw dari dulu penasaran ama joanna newsom..dr albumnya yg the milk-eyed mender..yg itu jg belum denger..huhu..
thepopism wrote on Jan 3, '07
Dari sekian banyak yang lo dengerin, cuma ini yang gue dengerin juga Dim:

The Life Pursuit by Belle and Sebastian, Corrine Bailey Rae by Corrine Bailey Rae, Pet Grief by Radio Dept, Let’s Get Out of This Country by Camera Obscura, Ta-Dah by Scissor Sisters, Those Are Brokes by The Magic Numbers
regina spector lo blm denger? kan ada di hey folk..

eh tp ada satu album yg lo lupa sebut..erasernya thom yorke..kan gw temuin albumnya di mobil lo..gimana sih katanya penggemar..hehehe
thepopism wrote on Jan 3, '07
ngga mau kalah ah dim, nih mainan saya (huehehe, norak :p):
20 picks best of 2006 dan the complete list

selamat thn baru btw
wah list elo lebih jauh lebih dahsyat..hehe

selamat tahun baru juga
thepopism wrote on Jan 3, '07
ini bukan debut mereka Dim, mereka udah pernah rilis full album ala.cali.tucky under the name Brightblack
musiknya tapi gak beda jauh ya? Bonnie Prince Billy bantuin juga lagi..jadi semakin penasaran..huhu
thepopism wrote on Jan 3, '07
kalo saya setuju dengan Pet Grief oleh Radio Dept. yang mendapatkan heavy rotation dalam player saya...sungguh mencuri hati dengan vokal tipis dan basslinenya itu loh...
iya setuju..basslinenya itu memang sangat 'bernyanyi' ya? new order juga basslinenya gitu juga kan..
thepopism wrote on Jan 3, '07
emang mew - and the glass handed kites ga oke. gua langsung ngebuang mp3-nya dari hard disk. menuhin space aja. haha... gnarls barkley keren, dim. lo harus denger.
iya singel2nya gnarls barkley gw juga udah suka..lagu-lagu lainnya dalam album berarti juga ok ya?
thepopism wrote on Jan 3, '07
Eh, punya DVD film Bob Dylan yang dibikin sama Martin Scorsese?
belum punya. di koh awi itu juga ada gak?hehe..
overheardbydh wrote on Jan 3, '07
musiknya tapi gak beda jauh ya? Bonnie Prince Billy bantuin juga lagi..jadi semakin penasaran..huhu
ngga terlalu, emg stoned & ciamik dr awalnya. yg ep pebbles & ripples saya ga punya 7"nya (gila, udah langka bgt, paling cuma ebay satu2nya harapan), tp untungnya ada kenalan disana yg punya yg berbaik hati ngerekaminnya utk saya. kpn2 nanti saya review/upload bbrp deh.

klik ini, sedikit tambahan infonya

ideahead wrote on Jan 3, '07
eh tp ada satu album yg lo lupa sebut..erasernya thom yorke..kan gw temuin albumnya di mobil lo..gimana sih katanya penggemar..hehehe
Oh iya, lupa Dim. Abis albumnya gue beli sih, gak download. hahahaha
pravdavero wrote on Jan 3, '07
Nggak tau. kyknya sih belum ya. bisa pesan online tapi masih 200 ke atas. ntar dulu deh ya. tapi penasaran banget secara Modern Times-nya aja keren banget ya, (sekeren film Modern Times-nya Chaplin) *best of the best versi dimas haha*. Btw listnya selalu inspiring loh. Dan aku dah dapat High Fidelity the novelnya *nggak penting kaleee*
thepopism wrote on Jan 4, '07
ngga terlalu, emg stoned & ciamik dr awalnya. yg ep pebbles & ripples saya ga punya 7"nya (gila, udah langka bgt, paling cuma ebay satu2nya harapan), tp untungnya ada kenalan disana yg punya yg berbaik hati ngerekaminnya utk saya. kpn2 nanti saya review/upload bbrp deh.
oh musiknya emang udh stoned dr dulu..tp gak bisa sering-sering denger musik kyk gitu...harus butuh mood dan suasana yang tepat..hehehe..

mereka asalnya dr alabama jg tnyata...pantesan ada sedikit2 nuansa southern rocknya...
thepopism wrote on Jan 4, '07
Oh iya, lupa Dim. Abis albumnya gue beli sih, gak download.
yah gimana..bukan penggemar beratnya sih..tidak seperti dirimu..
thepopism wrote on Jan 4, '07
Dan aku dah dapat High Fidelity the novelnya *nggak penting kaleee*
wah high fidelity esensial tuh..sangat penting..hahaha...
overheardbydh wrote on Jan 4, '07
oh musiknya emang udh stoned dr dulu..tp gak bisa sering-sering denger musik kyk gitu...harus butuh mood dan suasana yang tepat..hehehe..

mereka asalnya dr alabama jg tnyata...pantesan ada sedikit2 nuansa southern rocknya...
kalo saya malah keseringan, hampir setiap pagi abis bangun tidur sama larut malem kalo lg begadang (ky skarang ini), ahahah...

dan percaya atau ngga lifestyle mereka nomaden juga loh, doyan kemping sama aktivitas alam liar gitu, gila hippie abis... ahaha... sebuah interview & profile yg sgt ciamik ttg mereka bisa di baca di Arthur no 23 kmrn
pravdavero wrote on Jan 4, '07
Dim, sorry, namanya Koh Ahcung, di lantai 2 Mangga 2 mall. Yang dekat lift. sori banget. Koh Awi mah yang jualan hal lain. sori ya.
ladysynaesthesia wrote on Jul 9, '07
Begin to Hope by Regina Spector : Lupakan Tori Amos dan Fiona Apple sekarang juga.

Ha Ha Ha.
No way.

Regina Spektor still has a lot to prove if she's going to 'kick' Tori Amos off her throne. She's cute, musically cute, and indeed refreshing. But Tori Amos has released 9 studio albums, each with its own unique, powerful quality; musically and lyrically.

Pe-eR deh buat Spektor kalo mau disandingkan dengan Tori Amos.

pravdavero wrote on Jul 9, '07
ah, dimas susah kalo dah bikin daftar di pertengahan tahun. terlalu banyak yang harus dimiliki huhuhu.
Add a Comment